Mengisi Baterai HP Saat Perjalanan Tidak Disarankan

Arus Terlalu Lemah

Barangkali ada yang mengeluh karena mengisi baterai menggunakan port USB media player di mobil terasa lambat. Hal ini terjadi karena salah satunya adalah arus dari port USB di mobil terlalu lemah. Biasanya, port USB pada media player mobil dibatasi maksimal arus yang dapat dilewatkan 500mA atau 800mA. Apabila terus menerus digunakan untuk mengisi baterai HP (kebanyakan HP saat ini menggunakan standar arus 1000mA atau 2100mA) masa pakai komponen internal pada media player akan berkurang, lebih cepat aus.

Arus Terlalu Kuat

Ada juga yang mengeluhkan HP menjadi panas saat mengisi baterai di mobil menggunakan lighter charger. Ini karena beberapa lighter charger pada mobil mampu mengalirkan arus hingga 10A, sementara kebutuhan untuk mengisi baterai HP hanya 1000mA atau 2100mA. Kelebihan arus ini menyebabkan regulator arus pada HP harus bekerja ekstra untuk membendung arus 10A supaya yang masuk cukup 1000mA, 2100mA atau sesuai dengan spesifikasi sistem pengisian daya pada HP.

Tegangan Tidak Stabil

Tegangan tidak stabil ini biasanya terjadi pada kendaraan yang daya listriknya bersumber langsung dari hasil konversi putaran mesin. Artinya tegangan dan daya yang dihasilkan berubah-ubah mengikuti kecepatan putar mesin. Pada saat putaran mesin tinggi, tentu tidak ada masalah dengan tegangan karena sudah ada system pembatas supaya output dari generator maksimal tidak melebihi tegangan tertentu (12V misalnya). Tetapi dalam beberapa beberapa kasus, putaran mesin rendah menyebabkan tegangan yang dihasilkan kurang dari itu. Tegangan dan arus yang tidak stabil ini yang berpotensi merusak sistem pengisian daya baterai HP.

Boros Daya Aki

Saat mesin kendaraan dalam posisi mati, beberapa jenis kendaraan tetap menyediakan listrik untuk menyalakan lampu, menyalakan music, dan ada beberapa untuk pengisian daya baterai melalui USB port. Listrik untuk semua itu disuplay dari aki. Artinya dalam kondisi mesin mati, daya aki terpakai untuk semua aktifitas tersebut, termasuk mengisi daya HP. Akibatnya daya pada aki lebih cepat habis, lebih boros.

Menghindari HOAX di Grup WhatsApp dan BBM

WhatsApp, BBM, Line, dan Telegram menduduki empat teratas dari aplikasi chatting terpopuler di Indonesia. Barangkali siapapun pengguna smartphone di Indonesia pasti didalamnya ada aplikasi tersebut, sedikitnya satu aplikasi diantara empat tersebut. Empat aplikasi tersebut semuanya menyediakan fitur chatting dalam bentuk grup (group chat) dan mengirim pesan ke banyak orang (broadcast). Seperti halnya media sosial semacam Facebook, group chatting pun juga rentan menjadi medium persebaran informasi HOAX. Selaku pengguna medium informasi, sudah sepatutnya menjadi pengguna yang cerdas dalam menerima informasi.

Barangkali, pernah suatu ketika Anda mendapatkan broadcast atau dalam group chat WA salah satu teman anda memposting tulisan yang pada kemudian hari Anda mendapati bahwa tulisan tersebut adalah kabar bohong, HOAX. Atau barangkali lebih parah lagi Anda dengan serta merta telah turut meneruskan (forward), copy paste kabar tersebut ke grup chat WA lain atau broadcast BBM ke teman anda yang lain. Betapa malunya ketika Anda kedapatan menjadi agen penyebar HOAX, meski tidak disengaja.

Nah, bagaimana sih supaya Kita (Anda dan Saya), lebih cerdas dan tidak dengan mudah terpancing menjadi agen penyebar HOAX?

Kendalikan Nafsu Berbagi

Barangkali pernah Anda mendapatkan suatu informasi yang membuat senang atau sangat setuju dengan konten informasi itu sehingga anda sangat ingin membagikannya kepada orang-orang dekat atau rekan sejawat Anda. Atau, pernah lain  waktu anda mendapati informasi yang membuat anda khawatir terhadap keluarga dan teman-teman Anda sehingga dengan serta merta Anda forward informasi tersebut ke keluarga atau teman dengan maksud supaya mereka lebih berhati-hati. Apabila mendapati informasi yang demikian: TAHAN. Baca kembali dua atau tiga kali, kemudian tarik nafas sejenak dan jauhkan jemari dari HP supaya emosi pada diri Anda yang fluktuatif itu menjadi relatif lebih stabil.

Curiga Itu Perlu

Betul, curiga itu perlu pada waktu dan kondisi yang tepat. Termasuk saat mendapati informasi, apapun. Saya selalu curiga terhadap informasi yang ‘too good to be true’ atau ‘too bad to be true’, intinya informasi yang berlebihan seandainya itu sesuatu yang terlalu baik atau terlalu buruk patut dicurigai kebenarannya. Selain itu saya dengan mudah mencurigai sesuatu yang tidak runtut secara kronologis, gagal logika, atau tidak sinkron. Misal tentang Habib X di Jakarta dia tiap hari Jumat menjelang jam 11 selalu masuk kamar dan keluar lagi pukul 1 siang, untuk sholat Jumat di Madinah. Nah, kejanggalannya ada pada perbedaan zona waktu. Saat di Jakarta pukul 11 siang itu di Madinah baru pukul berapa? Atau cerita lain, Prof. Dr. X, MT. peneliti dari BATAN menemukan bahwa bakteri ABC pada makanan DEF bisa menyebabkan pengerasan otak. Meski bisa saja benar, tetapi agak kurang sinkron (meski bisa saja) ada peneliti BATAN -yang ngurusi tenaga nuklir- itu dengan sangat selo meneliti bakteri pada makanan sampai pada efek-efeknya, apalagi disertai dengan istilah-istilah yang barangkali sangat asing. Jadi informasi yang TERLALU seandainya itu benar, NGGAK SINKRON, itu patut dicurigai.

Cari Informasi, Buat Kesimpulan

Begitu menerima informasi, cari informasi yang serupa. Maksudnya, mencari informasi tandingan apakah informasi yang Anda dapatkan itu benar, apakah informasi yang Anda terima itu bukan kabar bohong, HOAX. Baca tulisan-tulisan di media mainstream, media yang sudah jelas redakturnya, alamatnya. Paling tidak, dengan menggunakan informasi dari media yang sudah jelas redakturnya, jelas alamatnya, Anda lebih punya keyakinan dibandingkan dengan media yang tidak jelas, anonim. Kalau tidak menemukan yang berkaitan, coba cari satu-persatu berdasarkan kata kunci. Misal nama orang, nama bakteri, atau kata kunci dalam informasi yang Anda terima. Rangkai masing-masing informasi tersebut, dan buat kesimpulan apakah informasi kecil-kecil yang Anda kumpulkan itu sinkron dan bisa saling terkait. Cari sebanyak-banyaknya informasi sampai anda yakin mengenai nilai kebenaran informasi yang Anda terima, apakah informasi itu BENAR atau SALAH.

Bagi Atau Koreksi

Anda sudah yakin atas nilai kebenaran informasi yang Anda terima, tanyakan kembali pada diri Anda. Apa manfaatnya? Apa tidak menyakiti orang lain? Apa tidak menjelekkan pribadi orang lain? Apa ada potensi menimbulkan perselisihan? Apa informasi tidak mengandung unsur SARA? Kalau Anda yakin informasi itu BENAR, ‘AMAN’, dan BERMANFAAT anda bisa membagikannya kalau masih ingin membagikannya.

Bagaimana jika sebaliknya? Cukup berhenti sampai pada Anda, yakini bahwa informasi itu salah dan tidak baik untuk dibagikan. Sampaikan hasil penelusuran Anda kepada sumber informasi, sampaikan di dalam grup hasil penelusuran Anda supaya informasi HOAX tersebut terkoreksi. Apabila Anda terlanjur menyebarkan informasi HOAX tersebut, segera minta maaf dan sertakan hasil penelusuran Anda supaya informasi HOAX yang kelewat Anda sebarkan juga terkoreksi.

Dengan melakukan langkah terakhir, koreksi informasi HOAX, Anda telah turut andil dalam hajat besar MEMERANGI HOAX.

Pokoknya jangan SARA dan SARU! #eh

*Ngomong-ngomong, cara ini juga bisa diterapkan di Facebook, Twitter, Path, atau semacamnya juga lho.

Ngeblog, Kesekian Kalinya

Saya tergelitik untuk menulis ini setelah membaca catatan Pak Sawali dan Mas Nanang soal ngeblog dan kopdar.

Saya termasuk blogger yang mengalami masa keemasan blogging di Indonesia yang kira-kira terjadi sekitar tahun 2008-2010. Meski dalam kenyataan selalu ada pasang-surut soal komsistensi saya dalam menghadirkan tulisan di blog, saya tetap menyukai blogging sebagai platform yang bebas dan relatif lebih tenang jika dibandingkan jejaring sosial OTT semacam facebook atau twitter. Melalui kebebasan menuangkan tulisan, saya merasa lebih bisa tenang untuk mengungkapkan pandangan di blog. Saya terbebas dari kekhawatiran pergumulan debat panas nan emosional seperti yang saya (mungkin juga anda) sering lihat di facebook.

Blog memang menyediakan kolom untuk siapa saja berkomentar. Tetapi tidak selalu orang ‘selo’ untuk menulis komentar pada sebuah tulisan blog, karena tidak semudah komentar di facebook. Pengguna facebook merasa punya ‘keyakinan’ komentarnya akan dibaca/didengarkan oleh siapa saja temannya yang aktif di jejaringnya. Berbeda dengan blog, orang yang berkomentar biasanya karena memang ingin berpendapat mengutarakan sesuatu dan tidak terlalu berharap banyak akan dibaca orang lain. Paling tidak ditanggapi penulis pun sudah senang bukan kepalang, meski sebatas ucapan terimakasih telah berkunjung.

Saya memang akhir-akhir ini jarang menulis di blog, tetapi sebenarnya saya jauh lebih jarang nyetatus (update status) di facebook atau ngetweet (update tweet) di twitter. Blog masih menjadi tempat yang nyaman untuk menuangkan pemikiran tanpa menimbulkan banyak konfrontasi, tidak seperti di facebook yang lebih mirip agregasi status dari teman beserta agregasi komentar-komentar siapa saja langsung melihat hampir secara realtime.

Jika kamu lelah dengan perdebatan di facebook, berbicaralah dengan orang di dunia nyata.

Belum tahu siapa yang bilang begitu? Dia adalah Barrack Obama dalam pidato penutupannya sebagai Presiden Amerika Serikat. Berarti, masih sangat fresh dan baru kemarin kan? Ya, ungkapan itu memang baru kemarin dilontarkan. Pak Barrack Obama, yang seorang presiden selama dua periode lalu pun menyadari betapa pentingnya kopdar untuk merelaksasi otak yang kelelahan berdebat online.

Pak Sawali dan Mas Nanang melalui tulisannya melepaskan uneg-uneg mengenai surutnya acara kopdar sejati, kopdar seperti masa-masa kejayaan ngeblog tahun 2008-2010. Bahkan Pak Sawali mengungkapkan meski banyak bermunculan blog-blog baru, tetapi nyawa blognya bukan seperti nyawa blogger pada masa 2008-2010 lalu.

Mungkin kalau memang diantara kita bosan membaca feed di facebook yang sering panas dan melelahkan, sudah saatnya kita menyapa blog milik kita, saling berkunjung dan meninggalkan jejak di blog teman kita. Mungkin kalau memang diantara kita sudah lelah dengan perdebatan di facebook, sudah saatnya kita kopdar.

Pembawa Janji Kegembiraan

Sewaktu saya masih SD puluhan tahun silam, setiap pagi saya bersama teman-teman menanti Pak Giman di halaman sekolah. Kebetulan halaman sekolah kami berada tepat di pinggir jalan utama Candimulyo-Tegalrejo. Ya, saya sekolah di SD Negeri 1 Candimulyo.

Pak Giman, beliau bukanlah guru di sekolah kami. Beliau supir angkutan umum rute Candimulyo-Tegalrejo-Pirikan-Pucang-Secang. Angkutan umum warna biru tua dengan corak garis hitam di bagian bawah itu yang kami nanti setiap pagi. Selama Pak Giman belum melintas depan sekolah, kami masih menanti. Bahkan ketika sudah di dalam kelas pun kami tidak akan bisa berkonsentrasi belajar hanya demi menanti Pak Giman lewat depan sekolah kami. Setiap beberapa saat kami melihat ke arah luar jendela kelas untuk memastikan Pak Giman sudah lewat atau belum.

Setiap kali Pak Giman lewat depan sekolah, kami bersorak di halaman sekolah, “Pak Gimaaaaaaannnnn.” Pak Giman tidak pernah menjawab sorakan kami, kecuali hanya dengan bunyi klakson angkutan umumnya berkali-kali. Kami girang dan gembira bukan kepalang seiring bunyi klakson yang bertalu-talu meski hanya suara monoton. Setelah itu kami baru bisa berkonsentrasi belajar di dalam kelas.

Namun, menjelang kelas lima lambat laun kami semakin jarang melihat Pak Giman lewat depan sekolah. Kegembiraan pagi kami berubah menjadi penantian panjang. Kegembiraan pagi kami terenggut setelah angkutan umum untuk rute yang lewat depan sekolah kami tidak beroperasi lagi.

Salam kangen kagem Pak Giman.

“Om telolet Om”

Image Credit:
Bus Ramayana dari Galeri Bus.
Ilustrasi Angkot Biru dari I Love Sukabumi.

Buku!

Hari kemarin istriku membawa pulang kado atas pernikahan kami dari seorang yang kami anggap kakak. Kupikir, begitu pula bagi teman-teman kuliah kami pun juga menganggap beliau sudah seperti kakak (minimal kakak tingkat lah). Semasa kuliah, kami tidak pernah seruangan kuliah dengan beliau karena saat kami masuk kuliah, beliau sudah menyelesaikan studinya lebih dulu. Tapi beliau memang orang yang semanak dan ngemong adik-adiknya, jadilah hampir semua angkatan muda di program studi kami mengenalnya atau paling tidak bergetarlah hatinya ketika namanya disebut.

Setelah kubuka rupanya hadiah itu isinya buku yang dari judulnya sejenis dengan koleksi-koleksi buku ayahku di rumah. Aku malu, sudah cukup lama aku tidak membaca buku yang demikian. Bahkan seingatku, terakhir kali membaca buku yang demikian saat setelah menyelesaikan studi di Yogyakarta sekira hampir empat tahun silam. Sepertinya beliau paham, aku sudah diambang mlipir.

Aku bersyukur kepada Tuhan, masih banyak orang selain orangtua dan istri yang mau pasang pagar untukku yang sudah di ambang ke-mlipir-an. Semoga Tuhan selalu melimpahkan kasih sayang-Nya kepada beliau dan keluarga.

Becak, Go-Jek, Go-Car di Jogjakarta

Sore itu saya ada keperluan mengangkut beberapa foto pernikahan saya dengan dik Data, hanya empat foto berukuran besar beserta bingkainya. Saya datang ke rumah fotografer pernikahan saya mengendarai sepeda motor. Sedianya mau saya angkut dengan sepeda motor saja, tapi ternyata ukuran foto dan bingkainya terlalu besar kalau diangkut dengan sepeda motor. Saya dan dik Data memutuskan untuk menggunakan jasa transportasi berbasis online, Go-Car. Dalam percakapan dengan pengemudi melalui telepon sebelum penjemputan, pertanyaan pertama dari pengemudi adalah jumlah penumpang.

Rekam Perjalanan Menggunakan Go-Car di Jogja
Rekam Perjalanan Menggunakan Go-Car di Jogja

Lain waktu, saya juga ada keperluan pulang selepas acara resepsi pernikahan di Wisma KAGAMA menuju rumah mertua di daerah sekitar Sleman. Lantaran sudah dalam kondisi lelah, saya dan dik Data memilih menggunakan layanan Go-Car lagi supaya tidak perlu jalan kaki terlalu jauh. Percakapan dengan pengemudi sebelum penjemputan pun diawali dengan pertanyaan jumlah penumpang.

Beberapa kali saya pesan pun juga demikian. Saya bahkan mengira bahwa kebanyakan orang di Jogja pesen Go-Car untuk keperluan rombongan yang terdiri dari banyak orang. Bisa juga pengemudi ogah-ogahan ngambil orderan yang banyak orang begituan. Suatu waktu didasari rasa penasaran yang tinggi karena sudah kejadian berulang-ulang, saya dalam perjalanan menggunakan Go-Car pada suatu pemberhentian lampu merah perempatan gejayan yang luamaaaaa ngaudubilah, saya bertanya ke pengemudi,

“Pak, di Jogja banyak juga pak pengguna layanan Go-Car? Kalau di Jakarta itu banyak pengemudi bilang orderan ga pernah berhenti.”
“Ya sama Mas, di Jogja juga gitu. Tapi kita kalau mau ambil juga pilih-pilih. Saya kalau orderan dibawah 30 ribu nggak saya ambil.”

“Lho kenapa pak?”
“Ya kalau dibawah 30 ribu itu kan biasanya untuk jarak deket. Itu juga kalau ada diatas 30 ribu saya juga tanya berapa penumpang. Kalau hanya satu penumpang dan bawaan dikit ya saya saranin naik Go-Jek aja. Makanya tadi saya nanya dulu penumpangnya berapa orang.”

“Kalau di Jakarta sih mau berapa aja juga diambil pak. Yang penting nggak nombok operasional aja.”
“Perhitungan operasional juga kayak misal jemputnya jauh gitu kan mending nggak diambil. Ya, kalau gini kan kita juga bagi-bagi segmennya Mas. Jadi nggak ada rebutan. Kalau jarak jauh diatas 30 ribu banyak orang apa banyak bawaan ya pake taxi atau Go-Car. Kalau yang cuma satu orang dan agak jauh kita saranin pake tukang ojek apa Go-Jek. Yang deket-deket sekilo dua kilo biar becak yang ngambil. Gitu kan jadi fair mas. Sama-sama enak.”

“Itu emang kesepakatan atau gimana, Pak?”
“Ya nggak ada mas. Cuma dari mulut ke mulut aja. Ya kesadaran masing-masing aja lah mas. Kan nggak baik juga kethoho (serakah). Sesama yang biasa di jalan udah tau lah yang begituan mas di sekitar sini.”

Astagfirullah, selama ini saya sudah berprasangka buruk pada pengemudi-pengemudi yang dalam pembicaraan di telepon selalu menanyakan jumlah penumpang terlebih dahulu.

Lain kejadian, kawan saya suatu pagi tiba di stasiun Tugu dan memesan layanan Go-Jek untuk tujuan Kilometer Nol (Kantor Pos). Beberapa kali order tetapi tidak ada pengemudi Go-Jek yang ambil meski banyak mitra pengemudi Go-Jek di sekitar stasiun Tugu. Sekalinya ada yang ambil ordernya, pengemudi menghubungi kawan saya itu dan menyarankan untuk naik becak saja kalau cuma untuk jarak dekat. Kawan saya nggrundel, “mau dapet rejeki kok ditolak, sombong amat tukang ojek di sini.”

Yah begitulah. Tanpa menyelidiki latar belakangnya, seringkali menungso lebih mudah mengungkapkan sisi kekurangan menungso lain dan disesaki oleh prasangka buruk.

Ternyata dari beberapa contoh tadi mungkin ada benarnya apa yang diungkapkan pak pengemudi. Bisa jadi itu juga yang mendasari kenapa jarang ada percekcokan antara yang online dan offline di Jogja.

Semoga yang demikian bisa menjadi pembelajaran bagi saya supaya lebih berhati-hati dalam berprasangka tanpa didasari informasi lengkap. Menyegerakan diri mencari informasi lebih lengkap dan benar saat mulai berprasangka buruk.

Fitur Baru Windows 10 Anniversary Update

Microsoft baru saja merilis update baru untuk Windows 10 baik untuk PC maupun Mobile. Di beberapa tempat, banyak pengguna yang mengungkapkan bahwa update ini bermasalah karena bias membuat PC hang atau tidak responsif. Beberapa pengguna yang ingin update ke Windows 10 Anniversary (1607) akhirnya mengurungkan niatnya, menunggu solusi Microsoft menyelesaikan berbagai permasalahan tersebut.

Saya pertengahan Agustus lalu sudah melakukan update, sebelum ramai soal PC hang setelah update. Sejauh ini, saya tidak mengalami hal serupa. Bahkan sampai kemudian beberapa orang menganalisa penyebabnya adalah kompatibilitas WebCam, saya tidak mengalami hal serupa meski saya juga menggunakan USB WebCam, Logitech HD Camera 310.

Terlepas dari permasalahan itu, berikut ini beberapa perubahan yang saya temukan dari Windows 10 Anniversary Update:

ACTIVE HOURS UPDATE

Pada versi baru ini, pengguna dapat menentukan “jam-jam sibuk” supaya sistem tidak melakukan update pada jam-jam tersebut.

Pengaturan Active Hour Pending Update
Pengaturan Active Hour Pending Update

PENYESUAIAN START MENU

Pada versi sebelumnya, pengguna masih perlu klik All Applications untuk menemukan shortcut ke aplikasi yang terinstall. Dalam versi baru, begitu pengguna klik Start maka semua aplikasi tertampil dan tinggal scroll up-down. Tombol power dan user diletakkan di sisi kiri bawah start menu.

Start Menu Windows 10 Anniversary Update
Start Menu Windows 10 Anniversary Update

EXTENSION/ADD-ON EDGE BROWSER

Ya, dalam update baru ini pengguna dapat menambahkan extension/add-on ke Microsoft Edge. Mirip dengan Mozilla Add-Ons, Chrome Extensions, dan Opera Extensions.

Microsoft Edge Extension Compatibility
Microsoft Edge Extension Compatibility

CORTANA

Update baru menyertakan Cortana yang lebih smart. Cortana bias menjadi translator, calculator, dan tentu saja bias jadi teman “ngobrol” pengguna. Cortana lebih pintar dalam mengenali non-native speaker, misal saya yang Jawa keminggris (ke-Inggris-Inggris-an). Fitur ini mirip fitur Find/Search di OS X, hanya saja Microsoft menghadirkan dalam Cortana yang mampu mengenali perintah suara.

Cortana Get Smarter, Calculator
Cortana Get Smarter, Calculator

SYNC NOTIFICATION CENTER

Kalau pengguna juga memakai Cortana di Android dan Windows 10 Mobile pengguna bisa mendapati notifikasi ponsel Android dan Windows muncul di komputer. Syaratnya, login menggunakan Microsoft account yang sama. Kebetulan saya menggunakan Samsung Galaxy Tab S (Android) dan Lumia 930 (Windows 10 Mobile). Meski ponsel tidak berada di dekat komputer, saya tetap mendapatkan notifikasi di Windows 10 pada komputer saya. Sekaligus, saya bisa langsung membalas SMS atau messenger langsung dari komputer.

Notification Center, notifikasi dari Android dan Lumia
Notification Center, notifikasi dari Android dan Lumia

Itu tadi beberapa fitur update yang paling saya rasakan. Beberapa update lain belum saya coba diantaranya:

BASH SHELL – Bagi pengguna linux pasti familiar dengan BASH, CSH, KSH, atau semacamnya.

VIRTUAL DESKTOP PINS – Pengguna dapat melakukan pin, menandai sebagai favorit desktop.

DARK THEME – Pengguna dapat mengatur theme Windows ke dark mode (mirip yang ada di ponsel).

WINDOWS INK – Aplikasi untuk coret-coret membuat catatan cepat atau menggambar bagi yang sudah support pen/stylush.

CONNECT APP – Komputer dapat dijadikan secondary display secara wireless, seperti miracast display.

Dan masih banyak lagi update fitur baru wi Windows 10 Anniversary Update (1607).

Minggu ini saya juga mendapatkan Aniversary update (1607) untuk Windows 10 Mobile di ponsel saya Lumia 930. Hal yang paling saya rasakan setelah update adalah penggunaan daya baterai jauh lebih hemat dari sebelumnya. Selengkapnya, tunggu update berikutnya ya.

Apa Saja Bisa Ditulis

Sore tadi saya menggunakan layanan transportasi Uber sekira pukul 17.30. Tak lama berselang saya mendapatkan notifikasi via email bahwa perjalanan saya hanya dikenakan charge Rp19,00 (sembilan belas rupiah) karena saya menggunakan bonus free ride, kalau aslinya sih sekitar Rp40.519,00. Sekitar pulul 20.45 saya mendapatkan notifikasi email bahwa saya mendapatkan free ride lagi Rp30.000,00 dari kode promo UBERGETREVENUE yang pernah saya tuliskan dan saya bahas melalui blog. Saya kembali menggunakan layanan tersebut 15 menit kemudian dan tagihan saya sebesar Rp421,00 dari yang sebenarnya Rp65.921,00, tentu saja setelah dikurangi dari bonus free ride (lagi). Kira-kira berselang 30 menit kemudian (pukul 21.30) saya mendapatkan notifikasi bahwa saya mendapatkan free ride lagi Rp30.000,00. Lagi, dari apa yang pernah saya tuliskan di blog.

Akhir-akhir ini saya lebih sering menggunakan layanan Uber karena free ride yang saya dapatkan kebanyakan akan habis masa berlakunya akhir agustus ini, meski sebenarnya masih ada juga yang berlaku sampai bulan November mendatang.

Tumpangan Gratis dari UBER
Tumpangan Gratis dari UBER

Tadinya saya nulis kode promo free ride di blog hanya iseng, bagaimanapun saya juga tidak rugi kalaupun nantinya tidak ada yang menggunakan kode UBERGETREVENUE, toh itu hanya tulisan ala kadarnya. Bahkan, tulisan tersebut bukan lagi berada di blog utama saya tetapi ada di blog yang hanya berisi arsip dan tidak akan pernah saya update dengan tulisan baru.

Hal remeh apa saja bisa ditulis dan bisa jadi suatu ketika entah penulis maupun pembaca akan mendapatkan manfaat.

Selamat menulis.

Oh ya, ini tulisan yang saya maksud: Kode Promo Uber, Free Rp75.000,00.

Office365 Enterprise E3 dan Outlook 2016

Saya merupakan pengguna Microsoft Office365 Enterprise E3 sejak sua tahun terakhir ini. Saya baru saja ganti komputer dan perlu melakukan setup ulang aplikasi Microsoft Office terutama Microsoft Outlook di komputer. Ketika saya akan menambahkan akun Office365 saya –xxxx(at)nahdhi.com– saya menemui masalah, yaitu pilihan setup untuk Microsoft Exchange dan ActiveSync untuk Office365 tidak ada. Ternyata konfigurasi Exchange Account pada Microsoft Outlook 2016 harus menggunakan AutoDiscover, sementara pengaturan DNS domain saya tidak saya set untuk AutoDiscover alias tidak published. Pada Outlook 2013 saya menggunakan PRF untuk konfigurasi, tetapi metode ini sudah tidak dapat diaplikasikan pada Outlook 2016.

Perbedaan Add Account Wizard pada Outlook 2013 dan 2016
Perbedaan Add Account Wizard pada Outlook 2013 dan 2016

Untuk sekali setup, saya coba untuk mempublish AutoDiscover domain, tetapi rupanya Outlook kelamaan untuk mencari AutoDiscover record pada DNS. Saya mencoba mencari-cari cara lain supaya dapat mengkonfigurasikan akun Office365 saya dan segera dapat digunakan untuk berkirim email, skype, sinkronisasi kontak, dan jadwal. Akhirnya ketemu di slipstick.

Buka Registry Editor (regedit) dan jalankan sebagai Administrator, arahkan pada direktori registry berikut:

HKEY_CURRENT_USER\SOFTWARE\Microsoft\Office\16.0\Outlook\AutoDiscover\

Selanjutnya, tambahkan lima record berikut dengan tipe DWORD (32bit) dan value 1:

DWORD: ExcludeHttpsRootDomain
DWORD: ExcludeScpLookup
DWORD: ExcludeHttpsAutoDiscoverDomain
DWORD: ExcludeHttpRedirect
DWORD: ExcludeSrvRecord

Pastikan record ada pada lokasi yang benar dan value sudah sesuai.

Record yang Ditambahkan pada Registry Editor
Record yang Ditambahkan pada Registry Editor

Tanpa menutup Registry Editor, lakukan restart Outlook 2016 dan kembali tambahkan akun Office365 melalui Add Account wizard. Masukkan nama, alamat email -misal xxx(at)nahdhi.com-, kemudian password. Klik Next dan biarkan Outlook melakukan konfigurasi otomatis sampai selesai.

Tambahkan Account Office365
Tambahkan Account Office365

Apabila konfigurasi sudah selesai, segera hapus lima record yang ditambahkan pada Registry Editor tadi karena apabila tidak dihapus dapat menyebabkan error saat menambahkan akun lain (misal gmail.com, yahoo.com, atau outlook.com).

Hapus Record pada Registry Editor yang Tadi Ditambahkan
Hapus Record pada Registry Editor yang Tadi Ditambahkan

Restart Outlook 2016 supaya Outlook terkonfigurasi dengan akun Office365 sekaligus konfigurasi ActiveSync, Skype (Lync), dan fungsi-fungsi lain.

Kelas Inspirasi Bojonegoro #4

Sebagai seorang profesional, seorang geoscientist yang kesehariannya bekerja di bidang eksplorasi energi tentu saya tidak asing dengan istilah-istilah yang ada dalam dunia eksplorasi. Banyak terms teknis yang hanya dimengerti oleh mereka yang memang berkecimpung di dalamnya. Seorang ahli ilmu bumi pasti sangat memahami bagaimana sesuatu bekerja sejak dari tahapan awal eksplorasi sampai produksi, atau bahkan sampai distribusi energi. Presentasi, memberikan penjelasan, dan diskusi dengan sesama profesional sudah sering dilakukan. Ini bukan lagi menjadi hal yang menyebabkan gemetar dan salah tingkah karena sudah terbiasa, meski dalam “kebiasaan” itu selalu menghadirkan pengetahuan-pengetahuan baru.

Memberikan penjelasan kepada anak seusia sekolah dasar menjadi momen yang tentu saja bukan suatu kebiasaan. Itulah yang terjadi pada saya saat Hari Inspirasi di Bojonegoro tanggal 2 Mei 2016 yang lalu. Semua kejadian merupakan pengalaman pertama bagi saya. Saya mengajar sekaligus belajar banyak hal meski hanya sehari, bahkan hanya beberapa jam di SD Negeri Napis 4, Kabupaten Bojonegoro.

Sebelum Hari Inspirasi itu tiba, jauh-jauh hari saya sudah melakukan persiapan. Ayah saya dulunya seorang guru sekolah dasar yang mendedikasikan hidupnya untuk pendidikan para tunas muda. Saya masih ingat betul setiap sore beliau selalu mempersiapkan bahan untuk mengajar hari esok, bahkan kadang sampai menjelang tengah malam. Saya harus melakukan hal yang sama, mengajar pun butuh persiapan dan butuh komitmen meski hanya sehari. Beberapa alat bantu mengajar sudah kupersiapkan beberapa hari sebelum hari itu tiba.

Rombongan belajar terdiri dari 20 relawan dan enam diantaranya adalah relawan pengajar, termasuk saya. Kami tiba di lokasi SD Negeri Napis 4 sehari sebelum Hari Inspirasi dengan menempuh perjalanan sekitar tiga jam dari ibukota Kabupaten Bojonegoro. Setibanya sore hari setelah dilakukan pertemuan singkat saya berkeliling ke sekitar memasuki dan mengamati kelas demi kelas seiring senja yang semakin gelap. Kusimpulkan, alat bantu yang saya persiapkan beberapa diantaranya tidak akan dapat digunakan. Saya memahami bahwa masih ada sekolah-sekolah yang kondisi fasilitasnya memerlukan perlakuan khusus, tetapi saya tak mengira bahwa hal ini juga ada di Kabupaten Bojonegoro.

Malam hari sembari bercengkerama bercanda dengan teman relawan lain saya berpikir supaya dengan alat bantu yang masih bisa digunakan pesan yang ingin saya sampaikan tetap bisa diterima dengan baik. Bagusnya, tiga dari enam relawan pengajar dalam rombongan belajar sudah pernah menjadi relawan pengajar di Kelas Inspirasi sebelumnya. Malam itu juga saya belajar dari pengalaman-pengalaman relawan pengajar lain.

Pagi di Hari Inspirasi, 2 Mei 2016. Pagi itu mentari menghadirkan senyum dan cuaca sangat cerah. Secerah harapan yang ada pada setiap relawan bahwa setelah hari itu akan ada tunas-tunas muda dari SD Negeri Napis 4 yang punya mimpi dan siap diraih. Sebelum kegiatan dimulai, saya berkenalan dan berdiskusi dengan bapak-ibu guru sekolah. Darinya terpancar semangat, kesabaran, konsistensi, dan komitmen luar biasa untuk mendidik tunas-tunas muda. Berbagai pengalaman mengajar di sekolah yang jauh dari ibukota dan jarak tempuh berkilo-kilometer menjadi bagian yang membuat saya kagum dengan kegigihan mereka. Pagi itu kegiatan dimulai dengan upacara bendera. Upacara bendera peringatan Hari Pendidikan Nasional pagi itu adalah upacara yang saya ikuti untuk kedua kalinya di tahun 2016, upacara bendera sebelumnya saat Syukuran Lima Tahun Indonesia Mengajar, 31 Januari lalu. Rasa haru kembali muncul meski tak sampai menitikkan air mata saat lagu kebangsaan Indonesia Raya kami nyanyikan di halaman sekolah. Sebuah halaman sekolah sederhana yang pada saat itu tengah berlangsung upacara bendera, juga diselenggarakan dengan sederhana.

Pada sesi pertama saya bersama Kak Esi –seorang analis hukum kelautan– masuk di ruang kelas yang berisi siswa kelas satu dan kelas dua. Sejak awal ruang kelas ini memang digabung dalam kegiatan belajar-mengajar sehari-hari. Saya diberi waktu 30 menit menguasai kelas, lima belas menit pertama berjalan tanpa masalah. Sampai pada menit ke-20 suasana mulai tak terkendali, saya pikir lima menit yang tersisa akan menjadi lima menit yang menyiksa karena saya mulai kehabisan cara. Baiknya, ada relawan fasilitator yang turut membantu saya untuk tetap menguasai kelas sembari menyampaikan pesan.

peta-indonesia-kelas

Dalam dua sesi berikutnya saya tidak terlalu kesulitan karena sudah belajar dari sesi sebelumnya. Peta Indonesia, segmen kotak-kotak lantai sekolah, dan papan di depan adalah andalan saya dalam menceritakan dan menyampaikan pesan. Cerita mengenai pekerjaan seorang ahli ilmu bumi melakukan pengamatan terhadap gunung api, gempa dan tanah longsor, mitigasi bencana, eksplorasi energi dan mineral pun bisa saya sampaikan dengan bahasa yang sederhana termasuk bagaimana proses seseorang bisa menjadi geoscientist. Dalam setiap sesi yang tersisa, saya dan Kak Esi selalu menutup dengan menggambarkan betapa Indonesia ini masih memiliki potensi sumber daya alam besar yang suatu saat akan sebanyak mungkin dikelola oleh bangsanya sendiri untuk kemaslahatan bangsanya sendiri, bangsa Indonesia.

Perjalanan berjam-jam dan rasa lelah selama menempuh perjalanan terbayar sudah meski baru setengah. Setengahnya lagi, melihat mimpi-mimpi tunas muda yang terwujud pada masa yang akan datang. Selepas hari itu, saya menginginkan lebih. Lebih banyak lagi turut terlibat lebih dalam, wujudkan lebih banyak mimpi anak Indonesia. Pada merekalah kita kenalkan cara kita mencintai, meraih mimpi, dan cita-cita besar bernama Indonesia.

Photograph by: WokArt Photography