Awal Tahun, Masyarakat Jayapura Dirundung Gempa

Pagi hari 2 Januari 2023 pukul 03.24 WIT masyarakat Jayapura dikagetkan dengan guncangan gempa bumi berkekuatan M4,9 (update M5,4).

Pascagempa pertama 2 Januari 2023 itu, lagi-lagi masyarakat merasakan beberap kali guncangan gempa pada hari yang sama dengan berbagai variasi kekuatan. Masyarakat dibuat khawatir dengan kemungkinan adanya gempa lanjutan yang kekuatannya lebih besar dan kemungkinan adanya tsunami akibat gempa. Pada malam hari tanggal 2 Januari 2023, masyarakat dari perkampungan di sekitar pantai Jayapura memilih mengungsi dan berdiam sementara di tempat-tempat yang lebih tinggi. Hal ini diakibatkan beredarnya isu bahwa akan terjadi gempa yang lebih besar dan akan terjadi tsunami.

Untuk menenangkan masyarakat sekaligus menangkal kabar bohong (hoax), Yustus Rumakiek selaku Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah V mengeluarkan press release tentang tidak ada potensi tsunami akibat gempa-gempa yang telah terjadi di Jayapura ini. Pernyataan ini dudukung data-data hasil pengamatan pasang-surut air laut dari Stasiun Meteorologi Maritim Jayapura yang menunjukkan pasang-surut air laut cenderung normal tanpa ada perubahan signifikan serta tidak terpenuhinya syarat-syarat terjadinya tsunami yang diakibatkan gempa bumi.

Hasil pengamatan makroseismik yang dilakukan oleh Balai Besar MKG Wilayah V dan Stasiun Geofisika Jayapura menunjukkan adanya kerusakan pada beberapa bangunan di wilayah Kota Jayapura. Herlambang Huda, Kepala Stasiun Geofisika Jayapura menyatakan kerusakan-kerusakan akibat gempa ini umumnya bukan pada struktur utama bangunan. Beberapa kerusakan yang terjadi diantaranya tembok retak, plafon runtuh sebagian, dan kaca pecah.

Hingga berhari-hari hari pascagempa 2 Januari 2023 di Jayapura, gempa-gempa susulan masih terus berlanjut. Menurut Danang Pamuji, Koordinator Bidang Observasi Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah V, banyaknya gempa-gempa susulan ini dapat terjadi karena batuan yang terpatahkan akibat gempa ini memiliki sifat yang rapuh. Setelah gempa pertama, batuan-batuan di sekitarnya yang sama-sama rapuh ikut terpengaruh dan berusaha untuk mencapai kestabilan barunya sehingga terjadi gempa-gempa susulan. Masyarakat diminta tetap tenang dan mengikuti kanal resmi BMKG untuk memperoleh informasi terkait gempa-gempa di sekitar Jayapura serta mengikuti arahan-arahan dari otoritas setempat.

Senada dengan Danang Pamuji, Muhammad Syawal selaku Sub-koordinator Bidang Pengumpulan dan Penyebaran Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah V mengharapkan masyarakat tetap tenang tetapi juga tetap waspada terhadap potensi gempa-gempa susulan yang mungkin terjadi. Masyarakat bisa kembali beraktifitas seperti biasa tetapi diharapkan memperhatikan kondisi bangunan tempat berada. Masyarakat diminta berhati-hati saat berada di sekitar bangunan yang telah rusak akibat gempa. BMKG senantiasa memonitor gempa-gempa yang terjadi dan menginformasikan kepada masyarakat apabila terjadi gempa bumi yang berdampak/dirasakan masyarakat melalui kanal-kanal komunikasi BMKG.

Berdasarkan analisis BMKG, hingga 6 Januari 2023 sedikitnya telah terjadi 434 gempa susulan dengan 42 gempa diantaranya dirasakan oleh masyarakat.


Update:

Hingga 15 Januari 2023 pukul 18:00 WIT, telah terjadi gempa bumi 722 kali dengan 57 gempa diantaranya berdampak/dirasakan masyarakat.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Situs ini menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda dalam menelusuri situs ini. Kami akan menganggap Anda setuju dengan ini, tetapi Anda dapat memilih meninggalkan halaman ini jika tidak setuju. Setuju Baca Selengkapnya