Written, Return

Gara-gara salah satu karyawan di suatu instansi agak keinggris-inggrisan, rapat dua hari lalu menjadi kurang efektif. Maksudnya pembahasan tidak fokus pada permasalahan yang ada, yaitu keterlambatan pembayaran.

“Itu pernyataan keberatannya kami mau <riten> ya, Pak.”

Huruf diucapkan seperti saat mengucapkan kepala.

Kami seisi ruangan lima orang sebenarnya bingung memahami ucapan tersebut (kecuali yang ngomong). Satu diantara kami lantas entah apa yang dipikirannya bertanya:

“Kok malah dibalikin sih, Mbak?”

“<riten>, Pak. Bukan <ritern>. Tertulis.”

Karena antara tanpa sisipan atau dengan sisipan r di tengah hampir tak terdengar, kami berempat pun memahaminya berbeda, dikembalikan.

Mungkin karena saya terbiasa mendengarkan <reitn> untuk written, lainnya <wraiten>, atau sebagaimana tulisan aslinya <written> untuk written maka kami agak bingung karena kata yang diucapkan <riten> juga terdengar seperti return.

Sayangnya, diskusi mengenai mana yang benar antara <riten>, <reitn>, <wraiten>, dan <written> untuk menyatakan “tertulis” ini justru berlanjut hampir 20 menit hingga waktu rapat sesungguhnya habis. Itu pun tanpa menghasilkan kesimpulan yang memadahi dan meyakinkan mana yang benar pengucapannya.

Googling? Sayangnya di ruang rapat tersebut kami sepakat semua peserta tidak ada yang diperbolehkan membawa perangkat telekomunikasi digital maupun alat perekam dalam bentuk apapun.

Tujuan rapat sore itu hampir saja tidak tercapai seandainya tidak ada waktu tambahan 10 menit.

Pertanyaan saya pada penutupan rapat:

Kenapa sih nggak pakai Bahasa Indonesia aja? Sekalipun menggunakan Bahasa Indonesia nggak formal, kan kita semua pasti lebih ngerti maksudnya.


Setelah mencari-cari, ternyata ada beberapa variasi pelafalan yang salah satunya adalah <ritn> dengan penekanan pada huruf r di depan, penekanan t di tengah, dan mati n. Orang Jawa bilang “n dipangku”. Tidak hanya di Indonesia, di mana pun di dunia ini untuk setiap bahasa juga memiliki berbagai variasi logat.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Situs ini menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda dalam menelusuri situs ini. Kami akan menganggap Anda setuju dengan ini, tetapi Anda dapat memilih meninggalkan halaman ini jika tidak setuju. Setuju Baca Selengkapnya