Awal April ini WhatsApp baru saja menerapkan fitur keamanan end-to-end encryption pada aplikasi pengguna. Para pengguna Windows 10 Mobile maupun Windows Phone 8.1 kini sudah bisa mendapatkan update aplikasi WhatsApp yang support dengan fitur tersebut. Fitur ini hadir pada versi WhatsApp 2.16.10 setelah kemunculan fitur sharing document dalam update fitur aplikasi WhatsApp beberapa bulan sebelumnya.

Apa sih yang bakalan dirasakan pengguna?

Untuk pengguna biasa, TIDAK ADA PERUBAHAN.

Sederhana saja, pengguna biasa tidak merasakan perubahan apapun dalam kemudahan berkirim pesan. Fitur ini ibaratnya bekerja di belakang panggung karena cara interaksi pengguna dengan antarmuka aplikasi masih sama, tidak ada perubahan.

Fitur ini memungkinkan pengguna mengirim pesan terenkripsi kepada pengguna lain. Sederhananya pesan teks, suara, gambar, video, atau dokumen yang kita kirim melalui whatsap akan dienkripsi di ponsel kita sebelum dikirim ke server WhatsApp untuk diteruskan kepada penerima. Di sisi penerima, pesan terenkripsi tersebut kemudian di-decrypt kemudian dimunculkan di layar penerima sudah dalam bentuk pesan asli sebagaimana sebelum dienkripsi.

Apapun yang sudah keluar dari aplikasi WhatsApp di ponsel pengguna sudah dalam bentuk terenkripsi, bahkan mulai sejak ditransmisikan ke jaringan. Begitu pun di sisi penerima, sebelum masuk ke aplikasi WhatsApp penerima maka semua masih terenkripsi.

Langkah ini menurutku langkah cerdas yang bisa dilakukan WhatsApp dalam “melepaskan” tanggungjawab WhatsApp untuk membuka rahasia pengguna atas permintaan pihak penegak hukum.

Pernah baca perseteruan Apple dengan FBI soal buka kunci iPhone kan ya?

Mengapa demikian? Karena data-data yang ditransmisikan ke server WhatsApp sudah dalam bentuk terenkripsi. Apapun data yang ada di server di bawah penguasaan WhatsApp merupakan data terenkripsi yang untuk membukanya diperlukan aplikasi WhatsApp di sisi penerima pesan dan pengirim pesan. Jadi seandainya WhatsApp diminta memberikan data percakapan yang ditransmisikan oleh penggunanya, mungkin saja yang diberikan adalah data percakapan yang tidak bisa dibaca sebagaimana percakapan yang ada dalam ponsel pengirim dan penerima.

Misalpun aku kirim pesan WhatsApp “I love you” maka yang ditransmisikan ke jaringan dan server WhatsApp “2154(*%^(*tek1gqfR&*68qw5GYRDy9w869”, “#!rqawgr25t5&^$G785EFQWYR7”, atau bisa juga “86*RS&^4iq2t98Tit*&58WTQ87W5Tit*&T”. Nah, yang ada di server WhatsApp ya pesan yang tak terbaca itu dan baru bisa dibaca setelah ada di aplikasi WhatsApp penerimanya.

Jadi kalaupun WhatsApp beneran diminta penegak hukum menyerahkan percakapan sehubungan dengan tindakan pelanggaran WhatsApp dengan santai bisa menyerahkan data terenkripsi pada server yang ada dalam penguasaannya, yaitu pesan berupa “2154(*%^(*tek1gqfR&*68qw5GYRDy9w869”, “#!rqawgr25t5&^$G785EFQWYR7”, atau bisa juga “86*RS&^4iq2t98Tit*&58WTQ87W5Tit*&T” tadi itu. Nah, nggak bisa baca langsung kan? Karena pesan tadi kalau tidak dibuka di ponsel penerima pesan mungkin saja terbacanya “Aku cinta kamu”, “Ti amo” atau malah “Aku tresno sliramu” sementara kalau dibuka di ponsel penerima yang benar tetap terbaca “I love you”.

Nah loh.

Category:
  Windows Phone
this post was shared 0 times
 100

Leave a Reply

%d bloggers like this: