Tujuh Tahun Pendekar Tidar

By Muh.Ahsan 2 years ago4 Comments

Logo Pendekar TidarTepat hampir tujuh tahun yang lalu aku berkesempatan turut serta menghadiri Kopdar Akbar Pendekar Tidar. Beberapa hari sebelum itu ada uneg-uneg Mas Nanang yang pernah menulis di blog-nya mengenai agenda Kopdar Akbar Pendekar Tidar. Aku masih ingat betul saat itu tulisannya ada di blog Mas Nanang sangnanang.dagdigdug.com. Sekarang dagdigdug.com besutan Paman Tyo tersebut sudah tidak aktif.

Aku mendapati tulisan itu ketika aku mencoba mencari-cari komunitas-komunitas blog. Saat itu yang kutemukan jelas ada di papan atas pencarian google adalah Komunitas Blogger BHI (Jakarta), Komunitas Cahandong (Jogjakarta), Komunitas Bengawan (Solo Raya), Komunitas Angkringan (Jogjakarta), Komunitas Loenpia (Semarang) dan Komunitas TPC (Surabaya). Setelah menelusuri lebih banyak halaman, aku menemukan secerah harapan bahwa ternyata ada komunitas blogger di daerah asalku, Magelang.

Kembali lagi mengenai tulisan Mas Nanang di dagdigdug.com, sebenarnya sebelum kemunculan tulisan itu ternyata pernah ada pertemuan rahasia para blogger Magelang di Ndalem Peniten diantaranya Mas Nanang, Kang Ciwir, dan Mas Ikhsan. Sebelumnya lagi, sudah ada grup milis Pendekartidar [suara tidar] yang digagas oleh Kang Ciwir bersama Pak Eko Suciadi, Mas Nanang, Mas Ikhsan, dan Mas Hanafi sekira awal tahun 2009. Jadi, ternyata sebelum kemunculan tulisan Mas Nanang mengenai Kopdar Akbar Pendekar Tidar itu sudah ada kasak-kusuk tersembunyi mengenai agenda besar para sesepuh untuk mendirikan sebuah padepokan di Magelang.

Pada 11 April 2009 itulah muara dari pagelaran Kopdar Akbar Pendekar Tidar, yang kemudian tanggal itu pula yang disepakati sebagai hari jadi Komunitas Pendekar Tidar, tanpa mengesampingkan proses panjang yang telah terjadi sebelum tanggal tersebut.

Aku yang saat itu masih benar-benar baru di ranah komunitas perbloggeran (dan komunitas online lainnya) awalnya hanya delag-deleg plonga-plongo di awal pertemuan. Untunglah beberapa diantara kami yang hadir masih ada beberapa yang sekira seumuran. Aku datang barengan dengan Eko Ardian, sesama blogger Magelang yang saat itu kebetulan sama-sama masih ngangsu di Jogjakarta sekaligus teman sekolah sejak SMA. Adalah Rojiun “Ngampon”, Mas Nanang “Ndoro Seten”, Mbak Emi “Cemani”, Deden “Dobelden”, Kang Ciwir “Kaum Biasa”, Aku, Singgih “Permadi”, Eko “Tampir”, Muhlisin “Lisin”, Mas Hanafi, Mas Yudo “Blabak”, Mbak Indah, Mbak Yunita, Mas Sirhom, Mas Nurokhim, dan Mas Feri yang menjadi saksi sekaligus blogger yang kerso hadir di Alun-Alun Magelang. Suasana begitu akrab, hangat, dan cair, terlebih sore itu cuaca cukup cerah, sekedar menghaluskan kata panas. Ternyata, Mas Nanang dan Kang Ciwir meski sudah tak se-belia kami-kami yang lain pun juga nggak angker-angker amat.

Pada kopdar-kopdar Pendekar Tidar berikutnya setelah Kopdar Akbar Pendekar Tidar itu bermunculanlah blogger-blogger dari tlatah Magelang dan sekitarnya. Beberapa yang saya kenal diantaranya ada Pak Eko Suciadi, Mas Ikhsan, Si Ponang, Kang Sahrudin “Magelang Images”, Mas Aji Wicaksono, Mas Bondan “Vampir Magelang”, Mas Faris Ashim, Mas Aris “Oglek”, Mas Rahardian, Anggun “Goenrock”, Mbak Pramawati, Made Kukuh, Faisal Kafur, Agung “Fotografi”, Gus Ikhwan, Mas Yudha, Mas Arief, Mas Aviv “Mbelan”, Mas Nikitomi, Mbak Maey, Mbak Yuni “Bidan Desa”, Pak Gunawan “Tlatah Bocah”, Mas Yohan, Agus Mulyadi “Gus Mul”, Mas Ivan “Ngaos”, Mbak Rizki Amalia, Kokoh Ahmad, Mas Andri, Mas Saypur.

Nah, genap 7 tahun berlalu roda terus berputar dan orang datang-pergi silih berganti. Pasang surut perbloggingan di Magelang benar saja mengikuti dinamika pergerakan jaman. Namun, secerah harapan dunia komunitas perbloggingan Indonesia ada tanda-tanda segera bangkit kembali. Begitu pun di Magelang, aktivitas menulis (tentu saja bukan hanya sebatas ngeblog) benar-benar sangat berkembang. Banyak pengkarya-pengkarya dari Magelang meramaikan jagat literasi di Indonesia. Kurasa masih relevan dan tak berlebihan kalau kubilang Pendekar Tidar masih akan terus meramaikan dunia persilatan dalam bentuk peran apapun.

Oh ya, tak lupa. Pendekar Tidar pernah (dan mungkin masih) punya dua orang yang dari namanya sangat bisa disejajarkan dengan priyayi semacam Gus Dur, Gus Mus, atau Gus Yusuf. Mereka adalah Gus Ikhwan dan tentu saja Gus Mul yang sudah kondang saloka. Sungguh Pendekar Tidar sangat patut bersyukur dan pasti sangat “religius” dengan ada dua Gus sekaligus.

Category:
  Personal
this post was shared 0 times
 300

4 Comments

  • Ikhsan says:

    Selamat buat teman2 Pendekar Tidar, semoga dengan adanya Kopdar Solo kemaren, postingan mas Nahdhi ini dan hadirnya Gus.. Gus di atas yg sudah jadi seleb bisa jadi tonggak awal bangkitnya kembali Pendekar Tidar 🙂

  • Selamat ulang tahun buat Pendekar Tidar yang ke 7. Beruntung sekali aku berkesempatan menjadi bagian didalamnya dan berkenalan dengan “Balatidar” yang luar biasa. Bahagia sekali rasanya bisa nyambung paseduluran dengan kalian.

Leave a Reply

%d bloggers like this: