Pembawa Janji Kegembiraan

"Om Telolet Om"
By Muh.Ahsan 10 months agoNo Comments

Sewaktu saya masih SD puluhan tahun silam, setiap pagi saya bersama teman-teman menanti Pak Giman di halaman sekolah. Kebetulan halaman sekolah kami berada tepat di pinggir jalan utama Candimulyo-Tegalrejo. Ya, saya sekolah di SD Negeri 1 Candimulyo.

Pak Giman, beliau bukanlah guru di sekolah kami. Beliau supir angkutan umum rute Candimulyo-Tegalrejo-Pirikan-Pucang-Secang. Angkutan umum warna biru tua dengan corak garis hitam di bagian bawah itu yang kami nanti setiap pagi. Selama Pak Giman belum melintas depan sekolah, kami masih menanti. Bahkan ketika sudah di dalam kelas pun kami tidak akan bisa berkonsentrasi belajar hanya demi menanti Pak Giman lewat depan sekolah kami. Setiap beberapa saat kami melihat ke arah luar jendela kelas untuk memastikan Pak Giman sudah lewat atau belum.

Setiap kali Pak Giman lewat depan sekolah, kami bersorak di halaman sekolah, “Pak Gimaaaaaaannnnn.” Pak Giman tidak pernah menjawab sorakan kami, kecuali hanya dengan bunyi klakson angkutan umumnya berkali-kali. Kami girang dan gembira bukan kepalang seiring bunyi klakson yang bertalu-talu meski hanya suara monoton. Setelah itu kami baru bisa berkonsentrasi belajar di dalam kelas.

Namun, menjelang kelas lima lambat laun kami semakin jarang melihat Pak Giman lewat depan sekolah. Kegembiraan pagi kami berubah menjadi penantian panjang. Kegembiraan pagi kami terenggut setelah angkutan umum untuk rute yang lewat depan sekolah kami tidak beroperasi lagi.

Salam kangen kagem Pak Giman.

“Om telolet Om”

Image Credit:
Bus Ramayana dari Galeri Bus.
Ilustrasi Angkot Biru dari I Love Sukabumi.
Category:
  Personal
this post was shared 0 times
 000

Leave a Reply

%d bloggers like this: